Rabu, 30 Maret 2016

ringkasan buku ajar



TOPIK  1 : Pengertian Karya Tulis Ilmiah


A.    Penyajian

Karya Ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha mempersatukan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban  mengenai sesuatu hal dan dapat untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam sebuah objek tulisan. Istilah karya ilmiah adalah  di sini adalah mengacu kepada karya tulis yang penyusunan dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah.
Menurut bobot isinya karangan ilmiah dapat diklasifikasikan menjadi tigas jenis, yaitu : (1) karangan ilmiah (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah populer, dan (3)  karangan non ilmiah.  Tergolong dalam karangan ilmiah antara lain adalah makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi. Tergolong karangan semi ilmiah antara lain adalah artikel, editorial, oponi, feuture, reportase. Sedangkan yang tergolong dalam karangan non ilmiah antara lain anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan nasjah drama.  Ketiga jenis karangan tersebut memiliki  karekteristik yang berbeda.
Karangan ilmiah adalah  suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan. Karya Tulis Ilmiah adalah kegiatan penuangan data lapangan atau gagasan pemikiran dalam bentuk karangan dengan mengikuti aturan dan metode ilmu pengetahuan.
Pernyatan Ilmiah yang harus digunakan dalam tulisan mencakup beberapa hal, yaitu :

1.      Harus dapat kita identifikasikan  orang yang membuat pernyataan tersebut.
2.      Harus dapat kita identifikasikan media komunikasi ilmiah di mana pernyataan disampaikan apakah dalam makalah, buku, seminar, lokakarya, dan sebagainya.
3.      Harus dapat diindetifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut  beserta domisili dan waktu penerbit itu dilakukan.  Sekiranya publikasi ilmiah tersebut tidak ditebitkan maka harus disebutkan tempat, waktu, dan lembaga yang melakukan kegiata tersebut.

Suatu karya tulis, baru dapat dikatakan sebagai karya tulis ilmiah apabila sedikitnya memenuhi tiga syarat, yakni :

1.      Isi kajianya dalam lingkup pengetahuan ilmiah
2.      Langkah-langkah yang dijiwai atau menggunakan metode berpikir ilmiah
3.      Sosok tampilannya sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan ilmiah.



Topik  2 : Karekteristik Karya Tulis Ilmiah


A.    Penyajian

Menurut Zulfikar (2011 : 2 ) tidak semua karya tulis yang di tulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut :

1.      Objek
2.      Netral
3.      Sistematis
4.      Logis
5.      Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan)
6.      Hemat kata
7.      Ragam buku
8.      Jelas
9.      Sederhana
10. Bebas asumsi
11. Terstruktur .
12.  Akurat


Topik 3 : Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1.      Karya Ilmiah Pendidikan
Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas untuk meresum pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari:
a.      Paper (karya tulis )
b.      Pra Skripsi
c.      Skripsi]
d.      Tesis
e.      Disertasi

2.      Karya Ilmiah penelitian
Dalam karya ilmiah penelitian terdapat dalam beberapa jenis karya ilmiah diantaranya sebagao berikut :
a.      Makalah seminar
b.      Laporan hasil penelitian
c.      Jurnal penelitian





Topik 4 : Kegunaan Karya Tulis Ilmiah


1.      Penulis karya Ilmiah keterampilan bahasa yang efektif.
2.      Penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan yang di peroleh dari berbagai buku sumber mengambil sarinya, dan mengembangkan ke tingkat pemikirannya yang lebih matang.
3.      Penulis akan berkenalan dengan perpustakaan
4.      Penulisan akan dapat meningkatkan keterampilan  dalam mengorganisasikan dan menyajiakan fakta secara jelas dan sistematis.
5.      Penulis akan memperoleh keputusan intelektual.
6.      Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.



Topik 5 : Bagian Pendahuluan Karya Tulis Ilmiah

1.      Latar Belakang Masalah
2.      Rumusan Masalah
3.      Tujuan Penelitian
4.      Kegunaan Penelitian


Topik 6 : Bagian Inti Karya Ilmiah

1.      Menjelaskan isin bagian penutup karya ilmiah
2.      Menjelaskan cara merumuskan simpulan yang baik dan benar
3.      Menjelaskan cara membuat saran yang baik dan benar

Penyajian dan analisis data dikatagorikan memenuhi kriteria yang baik jika memenuhi kriteria berikut :
1)     Dirumuskan secara logis dan teratur, kerangka hipotesis, deduksi, tujuan pernyataan
2)     Tidak menyajikan hal-hal yang bersifat subjektif dan spekulatif
3)     Analisis terhadap fakta yang diperoleh secara konsisten



Topik 7 : Bagian Penutup Karya Tulis Ilmiah

Simpulan dan saran dikategorikan baik jika memenuhi syarat sebagi berikut:
a.      Pernyataan mengenai simpulan di ungkap secara tepat dan akurat  tanpa disertai pernytaan baru atau pengantar yang ridak relevan.
b.      Simpulan di buat menurut ruang lingkup generalisasi atas dasar justifikasi data yang disajikan.
c.      Saran yang di kemukakan bersifat objektif dan disertai langkah-langkah operasional bagi implementasinya.
d.      Saran semata-mata di tunjukan pada upaya di perbaikan atas kelemahan-kelemahan yang dikemukakan atau berupa rekomendasi aplikasi temuan.
      Sumber tulisan (pustaka) yang menggunakan lebih dari satu baris diketik satu spasi dengan menjorok kedalam sejau 0,5 inchi untuk baris kedua dan seterusnya, sedangkan jarak antara pustaka diketik dengan dua spasi dan diawali pada marin kiri.



Topik 8 : Aturan Tata Tulis Karya Ilmiah Secara Umum

            Tujuan Instruksional Khusus
1.      Menjelaskan secara ringkas aruran hal-hal pokok yang perlu diperhatikan dalam tata tulis karya ilmiah
2.      Menjelaskan cara menyajikan tabel dan gambar dalam karya ilmiah
3.      Menjelaskan cara mengetikan karya ilmiah
4.      Menjelaskan penomoran halaman dalam karya ilmiah

Di bawah ini bahas satu persatu aturan-aturan umum penulisan karya ilmiah tersebut.
1.      Penggunaan Bahasa Indonesia Baku
Tata kalimat dalam karya ilmiah hendaknya, menggunakan ragam bahasa baku.
2.      Penggunaan EYD Terbaru
Pusat Bahasa dalam selalu mengeluarkan aturan tentang EYD terbaru. Untuk itu penulis karya Ilmiah perlu memperhatikan aturan EYD terbuaru.
3.      Penulisan judul dan subjudul
Untuk pemeringkatan judul dan subjudul dalam karya ilmiah terdapat dua aturan, yakni menggunakan jenis huruf,ukuran, pencetakan,serta letak yang berbeda dan menggunakan angka Arab atau perpaduan angka arab da huruf latin.
4.      Cara Mengutip
Dalam hal cara mengutip ini hal yang terutama perlu diperhatikan adalah mengutip secara langsung atau tidak langsung.
5.      Penyajian Tabel dan Gambar
Penggunaan tabel dapat dipandang sebagi salah satu cara yang sistematis untuk menyajikan data statistik  dalam kolom-kolom lajur, sesuai degan klasifikasi masalah.
6.      Pengetikan
Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah karya ilmiah
7.      Penomoran Halaman
Ketentuan-ketentuan dalam penomoran halaman,seperti halaman-halaman awal, halaman judul bab, halaman teks utama, dan sebagainya.
8.      Penulisan Daftar Pustaka
Untuk aturan tentang penulisan daftar pustaka ini selengkapnya dibahas pada topik tersendiri


Topik 9  Ketatabahasa Karya Tulis Ilmiah

            Tujuan Instruksional Khusus
1.      Menjelaskan penggunaan kata yang benar sesuai tata bahasa indonesia karya ilmiah
2.      Menjelaskan penggunaan kalimat yang benar-benar sesuai tata bahasa indonesia dalam karya ilmiah

a.      Pembentukan Kata
b.      Asas Pemungutan Kata
c.      Bentuk baku dan tidak baku
d.      Pembentukan kalimat
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembentukan kalimat adalah apakah kalimat-kalimat yang dihasilkan dapat memenuhi syarat suatu kalimat yang benar (gramatikal).
e.      Syarat kkalimat
Sekurang-kurangnya kalimat memiliki objek dan predikat.
f.       Aktif dan pasif
g.      Pengantar kalimat dan predikat
h.      Kalimat majemuk dan kalimat bersusun.


Topik 10 : Penggunaan EYD dalam Karya Tulis  Ilmiah


1.      Pemakaian Huruf  Besar
a.      Haruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
b.      Huruf kapital sebagai huruf pertama petikan langsung.
c.      Huruf  kapital digunakan sebagai hurf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
2.      Huruf Miring
a.      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku,majalah,dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
b.      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, sebagai kata, kata, kelompok kata.
3.      Huruf  Tebal
a.      Huruf tebal dalam cetakan dipakkai untuk menuliskan judul buku,bab, bagian bab, dafar isi, daftar tebal, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran
b.      Haruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.
4.      Penulisan Kata
a.      Kata dasar
b.      Kata turunan
c.      Gabungan kata
d.      Kata depan
e.      Partikal
f.       Singkatan dan Akronim
g.      Angka Bilangan

5.      Pemakaian Tanda Baca
a.      Tanda Titik (.)
b.      Tanda Koma (,)
c.      Tanda Titik Dua (:)
d.      Tanda Hubungan (-)
e.      Tanda Titik Koma (;)
f.       Tanda Tanya (?)
g.      Tanda Seru (!)
h.      Tanda Elipsis (...)
i.        Tanda Petik (“”)
j.        Tanda Petik Tunggal (‘’)
k.      Tanda Kurung (())
l.        Tanda Garis Miring (/)
6.      Penulisan Unsur Serapan
Berdasarkan taraf intergrasinya, unsur serapan dalama bahasa indonesia dapat menjadi dua kelompok besar.


Topik 11 : Gaya Bahasa Karya Tulis Ilmiah


            Bahasa Leksikal
Analisis Leksikal adalah sebuah proses yang mendahului parsing sebuah rangkaian karakter.
                 
Retorika Bahasa
                        Bahasa adalah penemuan manusia yang paling menakjubkan


Bahasa dan Retorika dalam Komunikasi Ilmiah
Pada dasarnya  berbicara dan berbahasa tidak membentuk wujud yang berbeda.

Topik 12 : Aturan Kutipan Karya Tulis Ilmiah

1.      Cara merujuk Kutipan-kutipan langsung
a.      Kutipan kurang dari 40 kata
b.      Kutipan 40 kata atau lebih
c.      Kutipan yang sebagian dihilangkan
2.      Cara merujuk Kutiapan tidak langsung.
Kutipan yang disebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanda kutip dan terpadudalam teks.
3.      Cara menulis Daftar Rujukan
Daftar rujukan merupakan daftra yang berisi buku, makalah, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung ataupun tidak langsung.
4.      Rujukan dari buku
Nama penulis, baik penulis indonesia maupun bukan indonesia, dimulai dengan nama belakang lengkap (diketik lengkap), diikuti nama depan (sebaiknya diketik singkatan nama depannya), diakhiri dengan tanda (.)


Topik 13 : Penulisan Daftar Pustaka

            Pada dasarnya infomasi yang dimasukan dalam daftar pustaka adalah serupa dengan cacatan kutipan, perbedaanya hanya terletak pada urutan dan tanda baca.


Topik 14 : Penulisan Artikel Ilmiah

1.      Judul
Judul artikel Konseptual hendaknya mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas.
2.      Nama Penulis
Nama peulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional yang lainya.
3.      Abstrak dan kata kunci
Abstrak dan kata kunci harus selalu ada dalam setiap artikel yang dtulis untuk dimuat dalam jurnal.
4.      Pendahuluan
Bagian ini menguraikan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan( konteks) permasalahan yang akan dibahas.
5.      Bagian Inti
Isi bagian ini sangat bervariasi, lazim berisi kupasan,analisis, argumentasi, komperasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan.
6.      Penutup
Penutup biasanya diisi dengan simpulan atau penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya.


Topik 15 :  Penulisan Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun dan di pertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar sarjana (Strata 1). Skripsi ini merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang studinya.