CERPEN
PENGKHIATAN
SEORANG AYAH
Selesai
tes masuk Sekolah Menengah Pertama aku nunggu jemputan di depan gerbang sekolah
tapi belum ada tanda-tanda yang jemput.
Dulu zaman aku sekolah belum dibolehkan pakai hp, kepaksa deh aku nunggu sampai
jadi ikan sarden. Kebetulan aku males pakai sepeda cape makanya aku diantar.
Ada cewe seumuran aku datang untuk menyapa aku. “Hai kamu yang sering main
badminton itukan di Gor” tanya cewe itu. Dengan gaya Oonnya aku cuma bengong
loh ko dia tau kalau aku sering main badminton kan ku nggak kenal dia. “ Iya
aku yang sering main badminton di Gor itu, Ko kamu tau ya memang kamu sering
liat aku ??”. Dari perkenalan didepan gerbanglah kami akhir nya berteman sampai
sekarang, Cuma dia teman yang pertema
yang ku kenal. Baru juga kenal udah di anterin pulang naik sepeda
panas-panas, utungnya rumah kami satu arah. Iya lupa nama teman ku itu Wafa
Lisda, dipanggil Lilis. Di pertengahan jalan kami berdua ketemu mamah Lilis “
nah itu kamu udah ketemu teman baru, katanya ngga ada teman”. Di terima
disekolah yang diinginkan, aku dan lilis pun mengikuti TM (tehnical metting)
buat persiapan MOS, ternyata kami beda kelas dan beda kelompok, yah gimana aku
ngga punya teman selain lilis yag aku tau juga cuma lilis. Hari pertama MOS
berasa horor gitu karena kaka kelas mukanya seram-seram. Dijemur dilapangan
terus masuk kelas perkenalan para guru-guru yang akan ngajar nanti. Sebagian
guru sih aku sudah tau namanya dan sifatnya gimana sebab itu kaka ku juga dulu
alumni di smp itu. Yang paling ku ngga suka ketika mos disuruh minta tanda
tangan kaka panitianya, memang mereka siapa artis juga bukan huufffttttt...
sebelum minta tanda tangan pasti dikerjain ada yang joget lah ada yang nembak
kaka panitia yang lain ada jga sih yang baik langsung dikasih tapi kebanyakan
kakanya ngerjain dulu baru mau tanda tangan.
Mos
sudah selesai sekarang ngga ada yang ngerjain terus ngga ada juga disuruh
memakai yang aneh-aneh. Kali ini aku dan lilis tidak satu kelas lagi kan kesel
dia waktu itu kelas 7.6 dan aku dulu di 7.4 kelas kami Cuma bersebrangan.
Karena kelas belum aktif jadi kami sering pergi kekantin. Selesai dari kantin
ternyata kelas aku masuk pintu nya ditutup, mencoba untuk mengetuk pintu dan
kebuka sialan ternyata anak-anak dikelas itu ngerjain jahil banget. Aku
memberanikan diri untuk kenal sama teman-teman dikelas. Ternyata teman
diruangan asik juga mereka itu ternyata lucu juga kalau ikut audisi stand up
pasti mereka menang. Ada 2 teman ku nama asli Erry Saputra tapi malah dipanggil
tokek, terus yang satunya lagi lupa nama aslinya tapi malah dipanggil Bopo.
Berapa bulan menjalani jadi anak smp itu lumayan menyenangkanlah. Sekarang
teman ku lilis cepat banget dia dapat pacar kaka kelas namanya sukma. Ada
kejadian ternyata mantan ka sukma itu nama nya letty nggak suka sama teman aku
lilis mungkin karena merasa tersaingin gitu. Tapi untungnya lilis ngga
ngeladenin. Lama juga lilis ini pacaran sama ka sukma dan ternyata mereka juga
putus entah karena apa putusnya. Sore selasa itu aku main badminton ku baru
sadar ternyata kaka kelas aku juga main badminton namanya Destarino. Pengen sih
menyapa tapi ngga ada nyali buat nyapa. Tapi dia memperhatikan terus aku
latihan yang super capenya dia Cuma senyum-senyum aja. Ngga lama kemudian lilis
datang terus dia bilang “ itu cowo kaka kelas kita kan”, “ iya dia kaka kelas
kita kenapa memang nya kamu naksir yah ??” jawab ku “ iya ku udah lama naksir
dia dit ??” kata lilis. Aku diam ko dia bisa-bisanya suka sama Destarino kan
aku udaha lama juga suka dia. “ sejak kapan kamu suka bukannya kamu baru liat
dia sekarang?? Tanya ku “ Ya sudah lama kali ku lihat dia Cuma aku ngga tau
namanya” kata lilis. Karena dia suka juga ya udah aku ngalah aja. Tapi lilis
ngga tau kalau aku juga suka aku diam aja. Ngga tau kenapa ko dia malah tau
kabarnya itu, sekarang dia ngga lagi menyapa ku disekolah kalau ketemu juga
diselalu menghindar. Aku cari tau kenapa dia begini sama aku, ternyata bener
dia tau, ya sudahlah karena ku ngga mau berkelahi sama lilis aku mengalah, pas
jam pulang sekolah aku bareng sama Destarino terus aku ngomong sejujurnya,
kalau lilis itu suka sama dia, dan ternyata Destarino juga suka sama lilis. Aku
jadi kaya makcomblang gitu. Keeskoan harinya aku ngomong sama lilis aku
ceritain sebenarnya akhirnya lilis ngerti dan senang kalau Destarino juga suka
dan pulang sekolah mereka pulang bareng dan Destarino nembak lilis dipinggir
jalan. Cuma selang beberapa bulan mereka putus, kali ini karena beda agama.
Karena
muridnya terlalu nakal dan terlalu ribut kelas kami pun dipindahkan didekat
kantor, jauh deh sama teman-teman. Dikira
ngga enak kelas didekat sama kelas kaka-kakanya ternyata malah enak bisa
kenal kaka kelasnya yah lumayan lah bisa
curi-curi pandang. Selama kelas jauh aku dan lilis jarang ketemu paling
kalau jam pulang sekolah atau jam olahraga baru bisa ketemu, kadang lilis juga
datang kekelas. Jam istirahat sudah berbunyi waktunya istirahat, entah kenapa
kaka kelas bernama Erwin itu duduk diatas bak sampah. Dia itu selalu
memperhatikan aku aku jadi salting, dan akhirnya kaka erwin memberanikan diri
untuk meminta no hp, ngga pikir panjang no aku ku kasih dengan dia, kami selalu
kontek-kontekan walaupun kelas bersampingan. Pelajaran sejarah dimulai yang
masuk adalah Ibu Singa dengan badan yang besar dan muka yang horor. Selain
ngajar sejarah beliau juga jadi guru BP. Sebelum masuk kami 1 kelas menyimpan
hp dalam lemari, karena peraturan disekolah ngga boleh ada yang membawa hp.
Biasalah anak-anak ada aja akalnya biar bisa bawa hp. Ketika ibu singa
menjelaskan didalam kelas terdengar suara hp bergetar keras, awalnya dikira hp
ibu yang berbunyi ternyata bukan kami mulai panik, karena 1 hp ketuhuan
semuanya disita. Untung teman ku Bopo langsung cari perhatian ibu dia membat
kelucuan hingga 1 kelas tertawa terbahak-bahak, suara getaran hilang ibu pun
lupa jam berakhir dan aman selamat. Baru 1 langkah ibu keluar dari pintu
ruangan kami pun langsung mengambil hp. Yang berbunyi itu hp ternyata punya aku
lupa mematikan hp, Untung ngga ketahuan.
Semakin
dekat dengan Ka Erwin ternyata temannya banyak yang ngga suka, mungkin karena
kalah saing. singkat cerita aku pun mulai ngga enak sama Ka erwin karena
teman-temannya itu selalu mengganggu aku, aku ngga suka mending aku mengalah
apalagi kamu beda agama.
Liburan
sekolah aku bersama teman ku yang lain bingung mau kemana. Karena baru bisa
bawa motor pengennya itu jalan-jalan terus pakai motor. Ngga ada rencana teman
ku ngajak kesebuah desa nama desa Mantangai ragu berangkat kesana kerena punya
sim ngga kalau minta ijin juga pasti ngga dibolehin. Modal nekat berangkat
kesana sekitar jam 10.00 kebetulan orang tua ku lagi pergi dan Cuma ada aku dan
kaka ku dirumah. Aku bohong dengan kaka ku, aku bilang kalau aku jalan kerumah
teman. Awalnya ngga curiga karena kaka ku tau pasti aku kerumah lilis.
Berangkat diawali dengan ketidak jujuran sepanjang jalan kami mengalami
kejadian kami tersesat, ban bocor, sesampai disana aku diganggu sama orang
mabuk. Ngga terima ya aku balik lagi terus aku tendang itu orang dan ternyata
malah teman ku yang kena tonjok. Kejadian itu kami laporkan kekantor polisi
terdekat, dan ditindak lanjuti, hari pun sore kami bergegas pulang mau
berangkat ternyata aku dan teman ku lainnya disms cepat pulang. Karena tidak
jujur dari awal terpakasa bebohong lagi. Hari pun semakin malam kami lupa jalan
pulang lewat mana karena jalan masih penuh dengan pepohonan lampu dan penjuk
jalan belum ada. Untung ada orang dijalan mau kearah kapuas kami pun ikut
dibelakang. Dijalan lilis banyak sekali melihat hal yang aneh. Kata orang
didesa itu hati-hati kalau malam lewat situ kalau ngga fokus akan terjadi
kecelakaan dan bisa meninggal ditempat. Alhamdulillah kami selamat sampai rumah
masing-masing dan masing-masing dari kami kena marah karena pergi jauh ngga
bilang kami pun jera.
Aku dan
lilis itu udah dekat banget kaya saudara sendiri dengan orangtuanya lilis juga
berasa kaya orangtua sendiri begitu juga sebaliknya. Kalau males dirumah yah
pasti aku kerumah lilis numpang makan kalau ngga ya numpang tidur, aku tau
keluarga lilis gimana mereka itu sangat care. Udah kelas 3 smp aku dan lilis
terpisah lagi dia pindah kelas lagi sedangkan aku dari dulu kelasnya netap dari
kelas 7.4.8.4.sekarang jadi 9.4 awalnya lilis mau minta pindah kelas karena dia
1 kelas sama amel, yah aku dan lilis ngga suka dia itu sombong pokok nya bikin
naik darah. Lilis lapor ke TU kata TU nya biar aja udah kamu distu nanti juga
terbiasa. Dengan berat hati lilis pun masuk kelas 9.1, 2 minggu berlalu lilis
masih bolak balik kelas aku, dan minggu terakhir lilis mulai berubah datang
kekelas juga ngga. Awal nya aku pikir mungkin dia lagi sibuk mengerjakan tugas,
dan ternyata lilis malah semakin hari semakin ngga kelihatan batang hidungnya.
Kalau ketemu kaya orang ngga kenal gitu ngga biasanya lilis kaya gini pasti ada
yang disembunyikan. Aku dan melinda nemuin lilis memang kami ada salah
sampai-sampai kami ko ngga disapa lagi kaya orang musuhan. “ Lis aku sama melinda
mau ngomong boleh? Tapi Cuma bertiga” tanya aku. “ ada apa ??” kata lilis
singkat. Wah dia memang sudah berubah. “ kamu kenapa lis ko beda sekarang kamu
berubah semenjak berteman dengan amel, kata nya ngga mau berteman tapi malah
kamu berteman dengan amel akrab lagi” kata melinda. “ memangnya kenapa ada yang
salah” jawab lilis “ngga ada yang salah sih Cuma aneh aja ngga sesuai dengan
omongan kamu kemaren lis” jawab aku “ itu bukan urusan kalian urus aja diri
kalian sendiri” kata lilis dan meninggalkan kami berdua. “ terus gimana ini mel
lilis sekarang udah ngga kaya dulu lagi” tanya aku. “ ya udah lah kalau dia
bilang gitu ya sudah kalau masih berteman syukur kalau ngga juga ngga papa ko,”
jawab melinda dengan santai. Melinda ini teman aku juga akrab juga dengannya tapi
tidak seakrab aku dan lilis. Setalah kejadian itu aku ngga pernah lagi kerumah
lilis. Udah mau dekat ujian aku, melinda dan lilis sekarang mulai baikan, kami
mulai bakrab lagi dan sering cerita, dan malam itu lilis jemput dan ngajak
kerumah barunya. Terus ditanya mamah ndut “ cewe baru nongol kemana aja baru
kelihatan” oo iya itu mamah lilis aku pangilnya mamah ndut soalnya badannya
besar. “ ngga kemana-mana sibuk dengan yang lain.” Aku jawab. “ memang sekarang
kamu udah punya pacar, bukannya jomblo yah” tanya mamah ndut lagi. “ ya allah
mah jujur banget nyesek anaknya dengar” aku bilang gitu. Malah ketawa aja mamah
ndutnya. Seperti biasa kebiasaan yang ngga pernah berubah “mah ada makanan kah
laper nih belum makan” tanya ku. “ banyak ambil aja didapur” jawab mamah ndut.
“ lis ambilin dong kan aku tamu, tamu adalah raja” sambil ketawa tanya ku . “
ih kamu ni manja banget ambili sendiri didapur ada nene juga disitu lagi makan”
kata lilis. Iya udah aku kedapur terus aku bilang “kalau ini makanan nya habis gimana
mah ndut” kata mamah ndut “ habisin aja kalau sanggup” baru nyicipin masakan
nya ya allah pedasnya luar biasa. Nene Cuma ketawa aja ngeliatinnya, “ Tut
mamah jalan dulu yah sama papah.” Kata mamah ndut. “ iya hati-hati jangan
ngebut kecepatan 100 ja bolehnya jangan lupa bawa makanan.” Kata ku sambil
ketawa. “ Ditut ni selalu makanan yg ada dipikirannya” kata lilis. Awalnya nama
aku Dita eh tiba-tiba diganti jadi Ditut.
Mamah
ndut dan papah itu adalah kelurga bahagia dan sangat sayang kepada anak-anak
apalagi aku Cuma teman lilis udah dianggap anak sendiri. Apa yang dimau kasih
lilis aja smp udah dibelikan motor.
Lulus SMA aku pindah keSMA kota baru. Dan lilis lanjut
keSMA dekat Smp ku dulu, kami terpisahkan lagi. Selama kami jauh kami selalu
kontek-kontekan. Dan aku juga setiap pulang kekampung halaman pasti aja tiap
hari kerumah lilis sampai orang tua ku hafal aku mau pergi kemana. Waktu itu
aku ngga tau kenapa dirumah ko ada yang lain ada yang berbeda, papah selalu
pergi jarang dirumah, mamah ndut selalu sibuk dengan hpnya. “ lis, papahmu mana
??” tanya ku. “lagi kerja ada ketemu karyawan” jawab lilis. “ooh gitukah ??”
jawab ku. “kenapa kamu kangen kah??” tanya lilis lagi. “iya aku kangen nih, kan
besok aku harus balik lagi kekota baru sekolah coy” kata ku. “lah ko cepat baru
juga sebentar tut, udah pindah aja sekolah kalau di kota baru ngga ada punya
teman” kata lilis. “sukanya menghasut ih, iya nanti aku pindah tapi ngga
sekarang doain yah semoga cepat amin” kata ku.
Ngga lama dikota baru ternyata mamah ndut hamil
alhmdulillah sebentar lagi punya adik baru. Ternyata sebelum hamil papah dan
mamah ndut itu sudah terjadi konflik tapi lilis ngga ada bilang, lilis itu
cerita kalau keadaan dia udah tenangan pikiran mulai baik baru dia bilang. Ya
aku ngga memaksakan juga dia mau bilang atau ngga karena itu masalah
kelurganya. Tapi akhirnya dia bilang juga, ternyata ada seorang perempuan yang
mengganggu hubungan kelurga mereka. Entah karena apa sebabnya mungkin karena
sering ketemu rekan kerja makanya ada perasaan. Sebenarnya papah mau
menggugurkan kandungan, tetapi mamah ndut ngga mau, mamah ndut mau
membesarkanya, dan papah juga mau minta cerai. 7 bulan mengandung, lilis dan
ade nya dea lagi tidur pulas dikamar masing-masing, kemudian nene membangunkan
lilis karena mamah ndut step banyak pikiran sehingga mengganggu kandungannya.
Dibawa kerumah sakit bingung apa yang harus dilakukan mengurus administrasi
rumah sakit ngga pernah. Lilis mencoba menghubungin papahnya buat ngasih tau kalau mamah masuk rumah sakit,
“pah, papah dimana ? mamah masuk rumah sakit, mamah kejang-kejang harus segera
dioperasi karena bayi yang didalam kandungan bisa meninggal kalau ngga
dikeluarin.” Kata lilis. “papah lagi kerja nih dipelaihari sebentar lagi
pulang” jawab papah. Respon yang slow. Orang yang ditunggu-tunggu belum datang
juga sampai besok pagi belum juga datang, seandainya pagi itu ngga ada ulangan
mungkin lilis ngga bakalan masuk sekolah dia pasti lebih memilih untuk menjaga
mamah dan ade baru. Perjuangan mamah supaya bertahan hidup dan berjuang demi
anak yang telah dikandung selama 7 bulan. Selesai ulangan lilis langsung pergi
kerumah sakit melihat keadaan mamah bagaimana dan ade kecilnya. Alhamdulillah
ade kecilnya selamat tetapi ade nya lahir dengan prematur dan sekarang mamah
ndut mengalami koma. “ ade kecil mana ??” kata lilis “ ada ade kecil sekarang
lagi diruangan bayi” kata nene. “siapa yang azan ade ne” kata lilis lagi. “
nene, siapa lagi” jawab nene dengan datar. “ loh papah belum datangkah ??”
tanya lilis. “ papah mu belum datang mungkin sebentar lagi” kata nene lagi.
Lilis pun gelisah karena papahnya belum datang juga. Tak lama papah datang
dengan muka yang tak bersalah. “pah ini ade kecilnya pah lucukan” lilis memulai
pembicaraan. Papah Cuma membuang muka. Aku disuruh papah pulang buat beliin ade
nya makan siang.
Pas kembali lagi kerumah sakit lilis meliat sorang
perempuan menjenguk mamah bersama papah, papah bilang kalau itu perempuan teman
kerjanya. Aku keluar dari ruangan dan nene cerita “itu perempuan yang selama
ini gangguin papahmu, itu yang menyebabkan mamah mu sekarang ini masuk rumah
sakit dan sekarang koma. Kata papah mu bilangnya kerja itu bohong papah mu itu
selingkuh sama itu perempuan, tega-tega nya mamah lagi ngga berdaya begini
malah perempuan itu beraninya nengok”. “ lilis Cuma bisa diam mendengarkan
cerita nene. Entah kenapa motor lilis dijual dan orang tua lilis pun pisah
papahnya lebih memilih perempuan itu, dibandingkan mamah ndut. Dan mamah ndut
pindah rumah kembali menyewa rumah. Ketika ujian berlangsung papah dan
perempuan itu kena masalah entah apa masalahnya.
Kelulusan
pun berlangsung lilis ingin kuliah, dan bilang sama papahnya “pah, ina mau
kuliah biar cepat kerja pah mau ambil D3 aja.” Kata lilis.
“kamu kulaih kah nak, nanti lah papahmu ni belum ada uang
buat kuliah.” Jawab papah
Lilis Cuma diam, lilis memang gitu dia ngga terlalu
menyusahkan orang tua ngga terlalu memaksa.
Pagi hari lilis kerumah papahnya untuk mengambil uang
yang telah selipkan diatas meja kamar papahnya. Entah sengaja lilis kaget melihat foto papah dan
perempuan itu menikah. Lilis langsung menghubungi papah “pah, jadi selama ini
papah selingkuh sama perempuan ini, papah taukan gimana mamah sekarang, papah
jahat, dan sekarang papah malah nikah sama perempuan ini yang bisa Cuma mengambil
suami orang, papah ngga ada sama sekali minta restu anaknya.” Kata lilis. “nak,
papah minta maaf nak, kalau papah nikah secara sah papah akan kasih tau kamu”
jawab papah.
Lilis
cerita sama nene dan mamah ndut. Dan ternyata nene marah sekali apalagi cucunya
mau kuliah ngga di ijinin.
Setelah nene memarahin papah akhirnya papah mengusahakan
anaknya buat kuliah. Alhmdulillah sekarang bisa kuliah dan lilis tidak mau
menyia-nyiaka kesempatan itu.
Dan selagi uang kulia,uang jajan ngga di stop sama itu
perempuan ngga jadi masalah tapi sampai dstop liat aja lilis akan melakukan
sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar